Sabtu, 28 September 2013

BAB  I
 PENDAHULUAN


A . LATAR  BELAKANG

       Sekolah  dasar  merupakan pendidikan awal  dan menjadi dasar dari segala pendidkan yang ada diatasnya, maka diperlukan  pendidikan yang professional, sehingga  peserta didik betul-betul bisa melanjutkan pendidikannya ke jenjang  yang ada diatasnya.Selan itu Sekolah dasar  juga mempersiapkan peserta didiknya agar dapat terjun dalam masyarakat dan dapat mengembangkan sikap belajar sesuai dengan prinsip-prinsip pendidikan seumur hidup.Hal ini sebagaimana yang tercantum dalam GBHN, Tap MPR  No.II MPR/ 1988  yang berbunyi : “Pendidikan adalah merupakan proses budaya untuk meningkatkan harkat dan martabat manusia.Pendidikan berlangsung seumur hidup dan dilaksanakan dilingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat.Karena itu pendidikan merupakan tanggung jawab bersama antara keluarga, masyarakat dan pemerintah”.
           Sebagai lembaga pendidikan yang paling bawah, sekolah dasar merupakan ujung tombak untuk mengkader  peserta didik secara optimal dan berdaya guna, yang hal ini memerlukan kualitas dan kuantitas dari semua komponen pendidikan yang terkait  didalamnya. Berbagai usaha mutlak diperlukan untuk mencapai tujuan pendidikan yang diidam-idamkan oleh segenap insane pendidikan.
           Adapun komponen pendidikan yang mempunyai peranan penting di lembaga pendidikan  adalah kepala sekolah yang berfungsi sebagai supervisor disamping sebagai tenaga pembimbing terhadap guru yang berada di lingkungan sekolah tersebut. Sedangkan yang berhadapan langsung dengan peserta didik dan yang bertanggung jawab atas keberhasilan anak dalam pendidikan adalah guru, dan gurulah yang paling banyak berinteraksi didalam kelas begitu juga orang yang paling menentukan kondisi kelas karena pengelolaan kelas sangat tergantung kepadanya, semakin baik  perencanaan dan pelaksanaannya maka akan semakin baik pula hasil yang akan diperolehnya.
                   Demikian pula peran serta Orang tua peserta didik juga sangat  dibutuhkan untuk keberhasilan suatu pendidikan, bahkan Orang tua merupakan pendidik utama dan pertama dalam pendidikan murid di rumah sekaligus penentu jalannya pendidikan peserta didik di rumah,sebagaimana yang diisyaratkan  dalam Hadits Nabi Muhammad SAW,”  
Yang Artinya : “ Dari Abi Hurairoh  R,A. Dia berkata,”Rosulullah SAW  Bersabda,Tidak ada seorangpun yang dilahirkan kecuali Dia itu lahir atas fitroh (suci/Islam Pen.),Lalu kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Nashoro dan Musyrik.   (Hadits ini Kami keluarkan dalam syarah shoheh Muslm Juz 16 hal.177-178)

B . PERMASALAHAN  DAN  PEMECAHANNYA
Memperhaikan peranan dan fungsi segenap komponen sekolah sebagaimana tersebut diatas, maka kami perlu mengemukakan beberapa permasalahan sekaligus pemecahannya sebagaimana berikut:
Ø Adanya perbedaan diantara guru dalam menguasai materi pelajaran serta perlunya perbaikan metode pembelajaran, penggunaan media/alat dan system Evaluasi belajar.
Ø   Adanya perbedaan persepsi  tentang penguasaan terhadap kurikulum berbasis kompetensi.
Ø   Dari hasil pemantauan di lapangan dijumpai beberapa indikator  bahwa belum semua guru memiliki kemampuan mendalami materi pelajaran untuk dijabarkan menjadi materi esensial, dalam arti bahwa dalam PBM belum sepenuhnya menggunakan pendekatan – CBSA, KBK, dan KTSP. Peran guru sebagai dinamisator belajar siswa belum diterapkan, sementara metode ceramah  dan tanya jawab masih sangat dominan digunakan.
Ø  Para guru belum sepenuhnya menggunakan buku-buku sumber dan buku-buku pelengkap sebagai sumber belajar siswa  dan belum dibiasakan menggunakan  media belajar.
Ø  Bertitik tolak dari masalah-masalah tersebut diatas maka kelompok kerja guru  (KKG) dipilih sebagai suatu model dalam upaya mengentaskan dan meningkatkan kemampuan guru. karena selama beberapa tahun terakhir ini program KKG khususnya di Gugus VII Bojongjuruh Kecamatan  Banjarsari tidak dapat berjalan dengan efektif dan efisien, sehingga perlu dukungan dari semua pihak utamanya dari lembaga yang terkait.
Ø  Dengan latihan kerja guru melalui forum KKG  usaha membina dan meningkatkan kemampuan guru khususnya guru di Gugus VII Bojongjuruh  Kecamatan  Banjarsari diharapkan  dapat berjalan lebih efektif dan efisien, dengan dana yang relatif  kecil dapat menjangkau sasaran yang lebih luas.dengan forum ini pula para guru dapat belajar dan bertukar  pengalaman serta berlatih bersama-sama  dengan prinsip dari guru, oleh guru dan untuk guru.

C. LANDASAN
Dalam penyusunan program kerja gugus ( KKG) ini  kami berlandaskan pada :
Ø  Undang-undang nomor  20 tahun 2003  tentang SISDIKNAS  Peraturan pemerintah  Nomor  19  tahun2005 tentang Standar Pendidikan Nasional
Ø  Permendiknas No. 22,23,24 tahun 2006 tentang Standar Isi, Standar Kompetensi Lulusan, dan Pelaksanaan SI dan SKL.
Ø  Pengarahan Ka.UPT. Pendidikan Kecamatan Banjarsari.
Ø  Saran dan petunjuk teknis dari pengawas TK/SD Kecamatan Banjarsari.
Ø Masukan dari para kepala sekolah khususnya se-gugus VII Bojongjuruh Kecamatan Banjarsari.
 Ø  Masukan dari para rekan guru se-gugus VII Bojongjuruh Kecamatan Banjarsari.

 D.  TUJUAN
Penyusunan program kerja ini  bertujuan :
  1. Untuk dapat memperlancar upaya peningkatan mutu pengetahuan,wawasan,kemampuan dan keterampilan professional para tenaga kependidikan.
  2. Sebagai Wahana dan wadah dari guru untuk memecahkan persoalan-persoalan pembelajaran disekolah masing-masing.
  3. Wadah penyebaran informasi,inovasi dan pengembangan professional guru.
  4. Mengkoordinasikan dan mengakomodasikan partisipasi masyarakat  dalam meningkatkan peranannya guna meningkatkan penyelenggaraan pendidikan.
  5. Sebagai piranti atau pemersatu segenap warga gugus VII Bojongjuruh Kecamatan Banjarsari.

BAB  II
TEHNIK  PELAKSANAAN
KELOMPOK  KERJA GURU GUGUS VII  BOJONGJURUH
KECAMATAN BANJARSARI
A.  POLA  KERJA   KKG
  1. Belajar mandiri  baik secara  individual  maupun kelompok.
  2. Dari guru ,oleh guru dan untuk guru serta dikembangkan  untuk anak didik, dalam arti segala permasalahan yang diajukan peserta dipecahkan oleh guru dan dimanfaatkan untuk guru.Permasalahan tersebut bisa berupa materi proses belajar mengajar,sistem penilaian atau komponen lain yang ada hubungannya dengan PBM.
  3. Setiap permasalahan dipecahkan bersama melalui diskusi kelompok dengan tahapan sebagai  berikut :
    • Latar belakang masalah
    • Identifikasi masalah
    • Pembahasan masalah
    • Perumusan masalah
    • Mencari alternatif pemecahan
    • Memilih alternatif pemecahan yang dianggap paling baik
    • Menentukan langkah-langkah kegiatan
B.  RUANG  LINGKUP  LATIHAN  KERJA
  1. Pendalaman materi untuk memperluas wawasan melalui ceramah / penyajian nara sumber, diskusi  dan sumber belajar lainnya.
  2. Menganalisis materi dengan menggunakan format yang telah ditentukan untuk mengetahui ruang lingkup bahan dan alokasi waktu yang diperlukan.
  3. Mendalami pendekatan CBSA, KBK dan KTSP serta metode-metode yang mendukungnya.
  4. Mendalami system evaluasi yang menyangkut ranah Kognitif,Affektif  dan Psikomotor.
  5. Mendalami tehnik penyusunan program semester, Silabus, dan RPP.
  6. Mendalami tehnik menentuan nilai KKM.
  7. Mendalami pemanfaatan Media dan alat pelajaran guna menunjang keberhasilan PBM.
  8. Mendalami tehnik menyusun soal setiap semester.
C.  TEMPAT  LATIHAN  KERJA  KKG
  1. Di sekolah yang menjadi PKG ( SD inti )
  2. Sekolah yang ditunjuk
 D.  ALOKASI  WAKTU
1.      Untuk  latihan kerja KKG  di Gugus VII Bojongjuruh Kecamatan Banjarsari dilaksanakan  sebanyak  10 kali  pertemuan, yang pada tiap pertemuan membutuhkan waktu 3 jam.

2.      Bila waktu yang direncanakan masih belum mencukupi,maka akan ditambah sesuai dengan kebutuhan.
 E.  METODE  YANG  DIPERGUNAKAN DALAM KKG
  1. Diskusi, baik secara individual  maupun  kelompok.
  2. Studi  kasus untuk memecahkan masalah
  3. Pemberian tugas atau latihan
  4. Simulasi
  5. Karya wisata
 F.  TENAGA  YANG  TERLIBAT  DALAM  KEANGGOTAAN  KKG
  1. Nara sumber,pakar-pakar / pembina pendidik  yang meliputi :
    • Kepala  UPT Pendidikan  Kecamatan Banjarsari.
    • Pengawas TK/SD  Kecamatan Banjarsari.
    • MKKS  sewilayah Kecamatan Banjarsari.
    • Kepala Sekolah se gugus VII Bojongjuruh Kecamatan Banjarsari.
    • Guru-guru  yang dianggap mampu  dari sekolah-sekolah yang masuk dalam Gugus VII Bojongjuruh Kecamatan Banjarsari.
  2. Pakar-pakar pendidikan  dari  luar kecamatan Banjarsari  apabila diperlukan. 
  3.  

VISI DAN MISI KKG GUGUS VII BOJONGJURUH
KECAMATAN BANJARSARI  KABUPATEN  LEBAK
1) Visi 
“UNGGUL  DAN TERAMPIL DALAM MELAKSANAKAN TUGAS DI PENDIDIKAN SEKOLAH DASAR BERDASARKAN IMAN DAN TAQWA, SERTA MENJADI KKG YANG TERBAIK DI TINGKAT KECAMATAN DAN KABUPATEN ”.
Indikator
  • Meningkatnya pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan yang mampu mengakomodasi kebutuhan peserta didik dan masyarakat tahun 2007 / 2008.
  • Terwujudnya peningkatan sumber daya manusia pendidik dan tenaga kependidikan.
  • Meningkatnya proses pembelajaran.
  • Terwujudnya rencana induk pengembangan sarana prasarana pendidikan.
  • Terwujudnya peningkatan kualitas lulusan dalam bidang akademik maupun non akademik.
  • Terwujudnya pelaksanaan manajemen berbasis sekolah dan peningkatan mutu kelembagaan.
  • Terlaksananya pengembangan implementasi pembelajaran IPA dengan menggunakan sumber belajar sekitar sekolah.
2) Misi 
  1. Melaksanakan pengembangan kurikulum :
    • Melaksanakan pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
    • Melaksankan pengembangan pemetaan kompetensi dasar semua mata pelajaran.
    • Melaksanakan pengembangan Silabus.
    • Melaksanakan pengembangan rencana pelaknanaan pembelajaran.
    • Melaksanakan pengembangan sistem penilaian.
  2. Melaksanakan Pengembangan Tenaga Kependidikan
    • Melaksanakan pengembangan profesionalitas guru
    • Melaksanakan peningkatan kompetensi guru
    • Melaksanakan peningkatan kompetensi  tenaga kependidikan.
  3. Melaksanakan Pengembangan Proses pembelajaran.
    • Melaksanakan pengembangan metode pengajaran.
    • Melaksanakan pengembangan strategi pembelajaran
    • Melaksanakan pengembangan strategi penilaian.
    • Melaksanakan pengembangan bahan ajar / sumber pembelajaran.
  4. Melaksanakan Rencana Induk Pengembangan Fasilitas Pendidikan
    • Mengadakan media pembelajaran
    • Mengadakan sarana prasarana pendidikan.
    • Menata lingkungan belajar sehingga tercipta lingkungan belajar yang kondusif.
  5. Melaksanakan Pengembangan/Peningkatan Standar Ketuntasan dan Kelulusan.
  6. Melaksanakan Pengembangan Kelembagaan dan Manajemen Sekolah.
    • Melaksanakan MBS.
    • Melaksanakan monitoring dan evaluasi.
    • Melaksanakan supervise klinis.
  7. Melaksanakan Program Penggalangan Pembiayaan Sekolah
    • Melaksanakan Pengembangan Jalinan Pinjaman Dana
    • Melaksanakan Usaha Peningkatan Penghasilan Sekolah
    • Pendayagunaan Potensi Sekolah (Lingkungan )
    • Melaksanakan Program Subsidi Silang.
  8. Melaksanakan Pengembangan Penilaian
    • Melaksanakan Pengembangan Perangkat/ Model-Model Pembelajaran
    • Melaksanakan program evaluasi pembelajaran
    • Menyiapkan siswa melalui kegiatan pengembangan bidang akademis, non akademis dan imtaq.
    • Mengikuti kegiatan lomba akademis dan non akademis dan keagamaan.
  9. Melaksanakan Program Pengembangan / Implementasi Pembelajaran IPA.  
    • Melaksanakan kegiatan peningkatan mutu, konstusifitas belajar lingkungan sekolah.
    • Meningkatkan profesionalisme dan kompetensi guru IPA.
    • Mengadakan dan mengembangkan fasilitas pembelajaran.
    • Mengembangkan manajemen pengelolaan.
3) Tujuan 
  1. Sekolah Mengembangkan Kurikulum
    • Mengembangkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan pada tahun 2007/2008.
    • Mengembangkan pemetaan SK, KD, Indikator untuk kelas 1 s.d 6 pada tahun 2007.
    • Mengembangkan RPP untuk kelas 1 s.d 6 semua mata pelajaran.
    • Mengembangkan sistem penilaian berbasis kompetensi.
  2. Sekolah Mencapai Standar Isi (Kurikulum) pada tahun 2008.
  3. Sekolah memiliki/mencapai standart proses pembelajaran meliputi tahun 2007
    • Melaksanakan pembelajaran dengan multimedia dan multistrategi.
    • Melaksanakan pendekatan belajar tuntas.
    • Melaksanakan pembelajaran inovatif.
  4. Sekolah memiliki/mencapai standart pendidikan dan tenaga kependidikan sesuai SPM pada tahun 2008.
  5. Sekolah memiliki/mencapai standart sarana/prasarana/fasilitas pada tahun 2009.
  6. Sekolah memiliki/mencapai standar pengelolaan sekolah.
  7. Sekolah memiliki/mencapai standart pencapaian ketuntasan kompetensi/prestasi/ lulusan.
  8. Sekolah memiliki/mencapai standart pembiayaan sekolah.
  9. Sekolah memiliki/mencapai standart sekolah nasional bertaraf Internasional
4. Program Strategis 
  1. Pengembangan standart Isi/Kurikulum.
    • Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan .
    • Pengembangan silabus.
    • Pengembangan RPP.
    • Pengembangan pemetaan Sk, KD.
    • Pengembangan system penilaian.
  2. Pengembangan dan peningkatan SDM pendidikan dan tenaga kependidikan.
  3. Pengembangan standart proses pembelajaran
  4. Pengembangan sarana, prasarana dan media pembelajaran.
  5. Pengembangan standart pencapaian ketuntasan/kelulusan optimal.
  6. Pengembangan manajemen sekolah dan kelembagaan.
  7. Pengembangan komite sekolah dan pembiayaan pendidikan.
  8. Pengembangan kegiatan lomba akademik, non akademik, dan imtaq.
Strategi Pelaksanaan :
Program-program Strategis dapat dicapai melalui strategi :
  1. Sosialisasi.
  2. Kerjasama yang sinergis  
  3. Diklat (Inservice Training/on service training)
  4. Workshop.
  5. Seminar.
  6. Pengaktifan KKG.
  7. In house training.
  8. Pembinaan potensi siswa
    • Ekstrakurikuler
    • Lomba-lomba
  9. Pembekalan
10.     Pemberdayaan.
11.     Studi banding
12.     Pengadaan pembangunan. 
Hasil Yang Diharapkan.
  1. Terpenuhinya Kurikulum Sekolah sesuai PP No 19 tahun 2005 pada tahun 2010.
    • Tersusunnya Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan.
    • Pemetaan SK/KD, aspek, indikator
    • Silabus untuk semua mata pelajaran kelas 1 – 6.
    • Sistem penilaian untuk semua mata pelajaran kelas 1 -6.
    • Rencana program pembelajaran untuk semua mata pelajaran kelas 1 – 6.
  1. Terpenuhinya tenaga pendidikan dan tenaga kependidikan sesuai SNP pada tahun 2009.
  2. Terpenuhinya standard proses pembelajaran yang menggunakan multimedia dan multistrategi dalam proses sesuai SNP.
  3. Terpenuhinya sarana prasarana dan media pendidikan sesuai SNP  
  4. Tercapainya standart  ketuntasan dan kelulusan sesuai SNP pada tahun 2010.
  5. Terwujudnya MBS sesuai SNP dan mutu kelembagaan.
  6. Terpenuhinya standart pembiayaan pendidikan sesuai SNP pada tahun 2010.
  7. Terlaksananya standart penilaian melalui implementasi model-model penilaian dan lomba-lomba potensi akademis, non akademis dan imtaq.
  8. Terlaksananya implementasi pembelajaran IPA dengan menggunakan sumber belajar sekitar sekolah menuju sekolah nasional bertaraf internasional pada tahun 2010.

PENUTUP

                  Program  latihan kerja KKG ini adalah sebagai bahan acuan pokok  yang akan dipergunakan dalam pertemuan guru-guru, baik guru kelas maupun guru bidang studi sejenis untuk berlatih dan bekerja.
                  Selain itu program ini juga berungsi sebagai arahan untuk mengentaskan dan meningkatkan kreatifitas guru khususnya di gugus VII Bojongjuruh Kecamatn banjarsari dengan harapan agar mutu profesionalisme guru dan kualitas pendidikan  benar-benar tercapai seoptimal mungkin.
                  Akhirnya kalau ada kekurangan  itu semata-mata karena kelemahan kami  pengurus
Sebagai manusia biasa yang tidak pernah lepas dari kekurangan dan kesalahan, sebagaimana sering dikatakan dalam dunia Islam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar